IDEN
IDEN

Ekowisata Berbasis Konservasi

Ekowisata merupakan peluang ekonomi yang bisa dikembangkan di suatu wilayah yang alamnya terjaga lestari. Di Pulau Barrang Caddi di Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, KEHATI bersama Yayasan Metric Biru menjalankan pengembangan ekowisata berbasis konservasi penyu dan terumbu karang.

Fokus kegiatan meliputi transplantasi terumbu karang serta penguatan pengelolaan spesies penyu yang dilindungi, yaitu Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Tempayan (Caretta caretta), dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Pulau ini merupakan lokasi penting bagi penyu sebagai area mencari makan (feeding ground) dan bertelur (nesting ground).

Pada tahun 2024, tim melakukan survei lokasi dan mendesain coral dome berbentuk penyu, simbol harmoni antara konservasi karang dan pelestarian penyu. Setelah bimbingan teknis pembuatan media transplantasi dilakukan, sebanyak 5 modul coral dome diturunkan ke dasar laut, dengan 300 fragmen karang dari jenis Acropora cervicornis, Echinopora, dan Policopora damicornis.

Selanjutnya, pada Januari–Maret 2025, kegiatan pemeliharaan dan monitoring dilakukan bersama berbagai mitra, seperti kelompok pemuda Penyu Lestari, Yayasan Maero, Politeknik AUM Jakarta, ITBM Balik Diwa, Universitas Cokroaminoto, Sangkarrang Ocean Dive, FDC Unhas, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan. Hasil monitoring menunjukkan pertumbuhan karang yang positif, dengan laju pertumbuhan harian mencapai 0,006–0,055 cm per hari. Jenis P. damicornis menunjukkan adaptasi terbaik terhadap kondisi perairan setempat.

Tak hanya fokus pada ekosistem laut, kegiatan ini juga menyentuh aspek pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Pada in-site training tanggal 7 Februari 2025, narasumber dari Kobar Lestari dan YKPI berbagi praktik konservasi penyu kepada 15 anggota Kelompok Lestari Penyu.

Dari pelatihan ini, lahir tiga rekomendasi utama: mendorong penetasan dengan perlindungan alami dan buatan, menyediakan papan informasi, pagar pelindung area telur dan pelepasliaran tukik langsung ke alamnya serta melibatkan siswa sekolah dalam edukasi konservasi. Pendekatan ini memastikan telur penyu tetap berada di habitat alaminya, terlindungi tanpa intervensi buatan.

Kegiatan monitoring tahap kedua dilaksanakan pada April–Juni 2025, dengan hasil menunjukkan media transplantasi memerlukan pembersihan rutin dari lumut. Meski demikian, pertumbuhan karang tetap stabil dan menunjukkan hasil menggembirakan.

KEHATI dan mitra juga mengadakan edukasi konservasi laut bersama siswa SMP 39 Pulau Barrang Caddi. Kegiatan ini mencakup praktik transplantasi karang dan pelepasliaran 208 tukik penyu – terdiri atas Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Aksi sederhana namun bermakna ini menjadi simbol harapan baru bagi ekosistem pesisir dan keberlanjutan spesies laut endemik Indonesia.