
Tahukah bahwa kota seperti Bandung bisa menjadi rumah bagi ratusan spesies tumbuhan dan hewan liar?
Sayangnya, potensi ini seringkali terabaikan. Padahal, keanekaragaman hayati tidak hanya memperindah kota, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekosistem, mengurangi risiko bencana iklim, serta mendukung kualitas hidup masyarakat urban.
Untuk itu, pada Selasa, 15 Juli 2025, digelar Kick-Off Program Urban Biodiversity: “Rewild the City” di CIPOL ARENA 3: Micro Food Forest, sebuah ruang publik hasil kolaborasi antara Tunas Nusa Foundation dan DSDABM Kota Bandung yang dibangun di sepadan Sungai Cipamokolan Kolot.
CIPOL ARENA 3 yang ditumbuhkan sejak bulan April 2024, kini menjadi ekosistem kecil yang hidup. Tujuh petak hutan pangan mikro ditanami dengan metode Miyawaki, teknik penghijauan untuk menghidupkan kembali alam di lahan sempit. Lebih dari 120 siswa dari SDN 069 Derwati dan SMPN 51 Kota Bandung ikut serta dalam lima kali penanaman pohon di kawasan ini, sebagai tanda keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata.
Tak hanya murid dan guru, berbagai pihak juga hadir—dari pemerintah kota, komunitas, akademisi, hingga organisasi lingkungan—mewakili sebuah gerakan kolektif lintas sektor. Inilah bentuk nyata semangat “Rewild the City”: bahwa pemulihan keanekaragaman hayati kota tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
Sejak 2022, Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari bersama mitra seperti DLH Jawa Barat dan Kota Bandung, DSDABM Kota Bandung, institusi pendidikan serta komunitas lokal telah menginisiasi upaya pemulihan biodiversitas perkotaan yang terintegrasi dengan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya di dua kawasan metropolitan: Bandung dan Rebana.
Rangkaian Kegiatan: Dari Lapangan ke Ruang Diskusi
Kick-off Rewild the City dibuka dengan sambutan dan pengantar program dari penyelenggara, dilanjutkan dengan sesi reflektif tentang pentingnya urban biodiversity dalam menghadapi perubahan iklim.
Setelah itu, para peserta—termasuk siswa, guru, komunitas, dan perwakilan pemerintah—melakukan penanaman pohon bersama, serta pengumpulan daun untuk keperluan sensus biodiversitas.
Di akhir kegiatan, berlangsung diskusi lintas stakeholder, yang menggali lebih dalam integrasi antara restorasi keanekaragaman hayati dan program adaptasi-mitigasi perubahan iklim.
Diskusi ini menjadi ruang temu antara pengetahuan ilmiah, kebijakan publik, dan pengalaman komunitas. Di sinilah semangat Rewild the City menemukan maknanya: bahwa pemulihan ekologi kota adalah pekerjaan kolektif yang harus dikerjakan bersama.
Kick-off ini sekaligus mengupayakan kolaborasi antara program restorasi keanekaragaman hayati dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang tahun ini akan dilaksanakan dengan dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk 2 wilayah yakni Metropolitan Bandung dan Rebana.
Mengapa kolaborasi penting? Karena perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati adalah isu kompleks yang saling terhubung. Kolaborasi memungkinkan integrasi berbagai perspektif, efisiensi sumber daya, serta mendorong solusi yang inklusif dan berkelanjutan.
Namun dalam forum ini, disepakati bahwa kolaborasi saja tidak cukup—diperlukan semangat kolektif, sebuah gerakan bersama yang menyatukan pengetahuan, komitmen, dan aksi nyata di lapangan.
Dukungan dari Para Stakeholder: Satu Suara untuk Kota yang Lebih Hidup
Kick-off ini turut dihadiri oleh berbagai stakeholder:
Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari (Tunas Nusa Foundation), penggagas program yang sejak 2022 aktif membangun inisiatif kolaboratif untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di kawasan metropolitan Bandung dan Rebana.
Yayasan KEHATI, organisasi yang selama ini berperan penting dalam menjaga dan memulihkan keanekaragaman hayati di berbagai wilayah pelosok Indonesia, kini turut mendukung upaya pemulihan di kawasan urban.
DLH Provinsi Jawa Barat, yang menyatakan komitmen untuk memperluas gerakan ini ke dua kawasan strategis: Metropolitan Bandung dan Rebana.
DSDABM Kota Bandung
SDN 069 Derwati dan SMPN 51 Kota Bandung, dua sekolah yang telah mengambil langkah konkret menumbuhkan hutan mikro di CIPOL ARENA 3. SMPN 51 baru saja memulai satu petak hutan mikro di lingkungan sekolah, sementara SDN 069 sudah siap mengembangkan satu plot hutan mikro baru sebagai bagian dari komitmen mereka.
SITH dan SAPPK ITB, dua institusi akademik yang akan menyusun naskah akademik dan kerangka pengembangan keanekaragaman hayati perkotaan berbasis data dan keilmuan.
Tujusemesta, sebuah konsultas desain, yang siap menyampaikan pesan-pesan urban biodiversity lewat pendekatan emosional dan artistik yang membumi.
Restor, platform global untuk upaya restorasi dan konservasi.
Komunitas Karasa dan RRC, turut menyumbangkan energi dan dukungan sebagai bagian dari simpul gerakan masyarakat yang aktif
Tak ketinggalan, ada juga sosok-sosok inspiratif seperti Ibu Erni Setiawati dari DSDABM Kota Bandung yang meski berasal dari bidang sumber daya air, kini aktif berinovasi di wilayah sungai yang bukanlah juridiksinya bersama komunitas.
Ada juga pesan kuat dari Kang Odoy, seorang pemelihara kebun di Ruang Riung Ceria:
“Kalau memang mau banyakan, harus bergerak terus bersama.”
Saatnya Bergerak Bersama
Kota berkontribusi banyak pada perubahan iklim, tapi kota juga menyimpan solusi. Melalui gerakan kolektif seperti “Rewild the City”, kita membuka peluang untuk membangun masa depan yang lebih lestari, adil, dan tangguh terhadap krisis iklim.
Karena kota yang hidup, dimulai dari kehidupan yang kita rawat bersama.
© 2025 All Right Reserved